Akuntansi SyariahSekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene
BeritaWawasan5 menit baca

Dunia Menyoroti Pergantian Menteri Keuangan RI: Antara Kepercayaan Investor dan Kembalinya Disiplin Fiskal

Pergantian Menteri Keuangan Republik Indonesia dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara pada Senin, 14 September 2026, dengan cepat mendapat perhatian media internasional. Bagi media asing, pergantian ini tampaknya tidak sekadar dipandang sebagai rotasi biasa dalam Kabinet Merah Putih. Posisi Menteri Keuangan Indonesia dinilai terlalu strategis untuk dipisahkan dari persoalan kepercayaan investor, kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), stabilitas rupiah, serta keberlanjutan berbagai program belanja besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dokumentasi resmi pelantikan Menteri Keuangan RI. Sumber: DDTC News / Suahasil Gantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan, Simak Profilnya

Reuters memberikan salah satu framing paling tegas. Kantor berita internasional tersebut menempatkan pergantian Purbaya dalam konteks upaya pemerintahan Prabowo untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah kekhawatiran berkepanjangan mengenai arah kebijakan dan ekspansi fiskal Indonesia. Reuters bahkan menjadikan fakta bahwa Suahasil merupakan orang ketiga yang menduduki posisi Menteri Keuangan selama pemerintahan Prabowo sebagai bagian penting dalam judul beritanya.

Framing tersebut penting. Artinya, dari perspektif luar negeri, persoalan yang sedang diamati bukan hanya siapa yang menjadi Menteri Keuangan, melainkan apakah Indonesia mampu menunjukkan konsistensi kebijakan ekonomi.

Purbaya sendiri baru sekitar satu tahun menduduki posisi Menteri Keuangan setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati pada September 2025. Reuters menggambarkan periode kepemimpinannya sebagai periode ketika kebijakan fiskal Indonesia semakin mendapat sorotan, antara lain karena kenaikan kebutuhan subsidi energi, tekanan terhadap rupiah, pelebaran defisit, dan pendekatan kebijakan yang lebih agresif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Reuters juga mengingatkan bahwa Fitch dan Moody's pada tahun ini telah mengubah outlook Indonesia menjadi negatif dengan menyebut ketidakpastian kebijakan dan rencana pengeluaran fiskal sebagai faktor yang diperhatikan.

Dengan demikian, penggantian Purbaya dapat dibaca oleh pasar internasional sebagai pertanyaan yang jauh lebih besar: apakah pemerintah Indonesia sedang melakukan koreksi arah kebijakan fiskalnya?

Suahasil Dibaca sebagai Kembalinya Figur Teknokrat

Menariknya, perhatian media asing terhadap Suahasil Nazara cenderung lebih positif dalam aspek teknokratis.

Reuters menggambarkan Suahasil sebagai mantan akademisi dan teknokrat yang telah menjadi Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Angus Mackintosh, analis ASEAN dari Aletheia Capital yang dikutip Reuters, menilai pengangkatan Suahasil dapat membawa kebijakan yang lebih stabil dan dapat diprediksi. Salah satu alasannya adalah Suahasil pernah bekerja dalam lingkungan kebijakan fiskal Sri Mulyani dan mempunyai latar belakang teknokratis yang kuat.

Nada yang hampir sama muncul dalam pemberitaan The Business Times Singapura. Media tersebut menyebut Suahasil sebagai seasoned technocrat atau teknokrat berpengalaman. Yang lebih menarik adalah penilaian para analis terhadap pergantian tersebut.

Henry Wibowo dari Alphagate Capital mengatakan kepada The Business Times bahwa pengangkatan Suahasil kemungkinan akan dipandang positif oleh pasar karena pengalaman panjangnya dalam kebijakan fiskal dan pengelolaan ekonomi. Sementara ekonom senior ASEAN OCBC, Lavanya Venkateswaran, juga melihatnya sebagai langkah positif karena Suahasil memahami persoalan fiskal dan tantangan ekonomi Indonesia.

Dengan kata lain, ada sebuah kesan yang mulai terbentuk dalam pemberitaan internasional: Suahasil merupakan figur yang lebih dekat dengan tradisi teknokratis Kementerian Keuangan dan prinsip kehati-hatian fiskal.

Hal ini menjadi penting karena Suahasil bukan figur yang datang dari luar sistem. Ia pernah menjadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal dan kemudian menjadi Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Dengan pengalaman tersebut, pasar tidak perlu terlalu lama menerka orientasi dasar kebijakan ekonominya.

Financial Times Menyoroti Persoalan Kredibilitas Fiskal

Financial Times juga memberikan perhatian terhadap pergantian ini. Media keuangan Inggris tersebut menghubungkannya dengan meningkatnya ketidakpastian investor mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia, terutama setelah pergantian Sri Mulyani sebelumnya dan perubahan kepemimpinan Bank Indonesia pada tahun ini.

FT menyoroti kekhawatiran investor terhadap besarnya kebutuhan pembiayaan berbagai program pemerintah dan bagaimana Indonesia mempertahankan kesehatan APBN di tengah agenda pembangunan dan program kesejahteraan yang membutuhkan anggaran besar.

Di sinilah pernyataan pertama Suahasil setelah dilantik menjadi sangat penting bagi pembaca internasional.

Suahasil segera menegaskan bahwa prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel, menjaga kesehatan keuangan negara serta mempertahankan defisit anggaran di bawah batas legal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Reuters dan CNA sama-sama menempatkan pernyataan tersebut sebagai bagian penting dari laporan mereka.

Bagi pasar keuangan global, pernyataan mengenai batas defisit tersebut bukan sekadar angka. Batas 3 persen merupakan salah satu jangkar yang selama bertahun-tahun menjadi simbol kehati-hatian fiskal Indonesia. Karena itu, komitmen Suahasil dapat dibaca sebagai pesan kepada investor internasional bahwa pergantian Menteri Keuangan tidak dimaksudkan untuk meninggalkan disiplin APBN.

Media Singapura: Purbaya Populer, tetapi Menimbulkan Pertanyaan bagi Investor

Media-media Singapura memberikan perhatian cukup besar karena Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

The Straits Times menyoroti bahwa pergantian Purbaya terjadi setelah berbulan-bulan muncul spekulasi mengenai posisinya serta kekhawatiran investor terhadap kebijakan fiskal Indonesia. Media tersebut juga mengingatkan karakter Purbaya yang sangat terbuka dan langsung dalam berbicara, yang membuatnya populer tetapi beberapa kali menimbulkan kontroversi kebijakan.

Channel NewsAsia (CNA) bahkan memberikan konteks lebih luas mengenai gaya kepemimpinan Purbaya. Menurut CNA, Purbaya yang sebelumnya relatif dikenal sebagai teknokrat kemudian menjadi salah satu figur pemerintah yang mudah dikenali karena gaya komunikasinya yang lugas dan tanpa banyak penyaringan.

Namun CNA juga mengaitkan masa pemerintahannya dengan tekanan terhadap rupiah, pembesaran defisit serta kebijakan injeksi likuiditas perbankan yang sempat menimbulkan perbedaan pendekatan dengan bank sentral.

Ini menunjukkan adanya perbedaan menarik antara persepsi domestik dan internasional. Seorang menteri dapat memperoleh popularitas karena komunikasi yang lugas dan kebijakan pro-pertumbuhan, tetapi bagi investor global ukuran akhirnya tetap berkaitan dengan predictability, fiscal credibility, institutional stability, dan keberlanjutan kebijakan.

Pasar Tampaknya Menyambut Suahasil dengan Harapan Baru

Pergerakan pasar pada hari pengumuman juga menarik untuk diperhatikan, meskipun terlalu dini untuk menyebut seluruh pergerakan tersebut semata-mata disebabkan oleh pergantian Menteri Keuangan.

The Business Times mencatat bahwa Jakarta Composite Index sempat turun sekitar 2 persen sebelum akhirnya menutup perdagangan hanya sekitar 0,1 persen lebih rendah. Pada saat yang sama, pasar sedang menghadapi tekanan lain, termasuk kenaikan harga minyak global yang dapat menambah beban fiskal Indonesia.

Karena itu, respons pasar pada hari pertama sebaiknya tidak ditafsirkan secara berlebihan.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana investor akan membaca kebijakan Suahasil dalam beberapa minggu dan bulan mendatang. Pasar akan memperhatikan apakah ada perubahan dalam strategi pembiayaan APBN, subsidi energi, hubungan fiskal-moneter dengan Bank Indonesia, pengelolaan belanja program prioritas pemerintah, serta bagaimana pemerintah menjaga defisit tetap berada di bawah 3 persen.

Bukan Sekadar Pergantian Menteri

Jika berbagai laporan Reuters, Financial Times, CNA, The Straits Times, dan The Business Times dibaca secara keseluruhan, terdapat satu benang merah yang cukup jelas.

Media internasional tampaknya melihat pergantian Purbaya kepada Suahasil sebagai potensi pergeseran dari pendekatan fiskal yang sangat agresif menuju pendekatan yang lebih teknokratis, hati-hati, dan dapat diprediksi.

Namun optimisme tersebut masih bersifat awal.

Persoalan fiskal Indonesia tidak otomatis selesai hanya dengan mengganti Menteri Keuangan. Menteri Keuangan tetap harus menjalankan agenda pemerintah, sementara Indonesia menghadapi tekanan eksternal mulai dari harga minyak, kondisi pasar keuangan global, nilai tukar, sampai kebutuhan pembiayaan berbagai program prioritas nasional.

Karena itu, pertanyaan sesungguhnya yang kini diajukan dunia bukan hanya, “Siapa Suahasil Nazara?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Apakah pengangkatan Suahasil menandai kembalinya Indonesia kepada konsistensi dan disiplin fiskal yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber utama kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia?”

Jawaban terhadap pertanyaan tersebut tidak akan ditentukan oleh pidato pada hari pelantikan, melainkan oleh APBN, kebijakan pembiayaan, hubungan pemerintah dengan Bank Indonesia, perkembangan defisit, stabilitas rupiah, dan kemampuan pemerintah menyeimbangkan antara ambisi pertumbuhan dengan kesehatan fiskal.

Untuk sementara, setidaknya dari nada pemberitaan media asing pada 14 September 2026, pengangkatan Suahasil Nazara tampaknya memperoleh initial benefit of the doubt dari komunitas ekonomi internasional. Latar belakangnya sebagai teknokrat berpengalaman membuat pergantian ini tidak serta-merta dipandang negatif.

Justru ada harapan bahwa masuknya Suahasil dapat menjadi sinyal stabilisasi kebijakan fiskal Indonesia.

Tetapi dunia kini akan menunggu satu hal yang lebih konkret: apakah Suahasil benar-benar diberikan ruang untuk menjaga disiplin fiskal, ataukah ia akan menghadapi persoalan struktural yang sama seperti dua Menteri Keuangan sebelumnya.

✦

Catatan redaksi Publikasi ini merupakan dokumentasi faktual kegiatan dan informasi Program Studi Akuntansi Syariah.

Jelajahi lebih jauh

Tumbuhkan perspektifmu bersama kami.

Lihat program studi →